Perbedaan Ramen Jepang dan Korea, Wajib Tahu Nih Pecinta Kuliner

perbedaan ramen jepang dan korea
perbedaan ramen jepang dan korea

Anda suka mencicipi kuliner dari berbagai negara? Salah satu keuntungan dari kemajuan teknologi saat ini adalah kita bisa merasakan makanan khas dari negara lain dengan jauh lebih mudah tanpa perlu datang ke tempat asalnya. Nah, salah satu kuliner favorit warga dunia yang sangat terkenal adalah ramen.

Tapi beberapa tahun belakangan saat K-Pop wave melanda Indonesia, muncul makanan yang bisa dibilang sangat mirip dengan ramen, bernama ramyeon. Bedanya, makanan ini berasal dari Negeri Ginseng Korea.

Untuk orang yang awan mengenai budaya Jepang dan Korea dan tak terlalu suka kuliner, mungkin menganggap ramen dan ramyeon sama saja, hanya berbeda namanya. Meski sama-sama berbahan dasar mie, tapi sebenarnya ada banyak perbedaan antara ramen Jepang dan ramyeon Korea, lho. Yuk, simak informasinya berikut ini:

Ramen terbuat dari handmade noode, ramyeon adalah mie instan

Ya, ramen di Jepang menggunakan bahan utama berupa handmade noodle alias mie buatan tangan. Warung ramen di Jepang biasanya memiliki open kitchen di mana para pengunjung bisa langsung melihat proses pembuatan mie. Jadi mienya sangat fresh karena langsung dibuat di tempat dan digunakan untuk hari yang sama.

ramen jepang
ramen jepang

Sementara itu, ramyeon dibuat dari mie kering alias mie instan yang diproses di pabrik. Ramyeon tidak dijual di warung atau restoran, melainkan dikemas dalam bentuk instan. Kalaupun ada restoran yang menjual ramyeon, itu berasal dari ramyeon dalam kemasan.

Rasa ramen lebih ringan dibanding ramyeon

Ramen memiliki rasa yang sangat ringan, umumnya hanya sedikit asin atau gurih. Hal ini dikarenakan kaldu ramen terbuat dari sayuran dengan campuran daging, entah itu ikan, ayam, babi, atau sapi. Rasa ringan ramen juga sesuai dengan lidah orang Jepang yang memang tidak terlalu cocok dengan rasa tajam.

Sedangkan ramyeon memiliki rasa yang berempah dan cenderung pedas karena memiliki campuran bubuk cabai di dalamnya. Ini karena selera orang Korea tak jauh berbeda dari orang Indonesia, yaitu menyukai sesuatu yang rasanya tajam dan pedas.

Kuah ramen bening, kuah ramyeon merah

Karena hanya terbuat dari kaldu sayur dan daging serta beberapa bumbu, maka kuah ramen sangat bening, bahkan ada yang menyerupai air biasa. Sedangkan kuah ramyeon memiliki warna merah atau oranye pekat karena banyaknya campuran cabai di dalamnya. Tekstur kuah ramen juga lebih ringan, sedangkan kuah ramyeon lebih kental.

Ramen memiliki berbagai jenis topping, sedangkan ramyeon lebih monoton

Ramen dibuat dengan bahan fresh yang kebanyakan dibeli di pasar tradisional yang terletak tidak jauh dari restoran atau warung ramen. Itulah yang membuat setiap ramen di Jepang memiliki topping berbeda tergantung daerahnya. Sementara itu, ramyeon memiliki topping yang sangat minimalis, bahkan seringkali tidak ada toppingnya. Kalaupun ada, biasanya ditambahkan sendiri saat memasak ramyeon instan.

Meski berbeda dari segi rasa dan tampilan, tapi kedua olahan mie ini memiliki rasa yang sangat lezat. Anda lebih suka yang mana, nih?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*